15 Jun 2021

PUBLIKASI WEB KK-SHEE PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN BANTUAN DANA INTERNAL

PUBLIKASI WEB KK-SHEE
PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN BANTUAN DANA INTERNAL

Skema: Reguler
Periode: 2020-2

MENYIAPKAN LANDASAN “PENDIDIKAN BERKUALITAS” (SDG 4)
DENGAN DUKUNGAN LITERASI DIGITAL
UNTUK MEWUJUDKAN “KAMPUNG WISATA DAUR ULANG”
DI RW-05 KELURAHAN CIPAGANTI
KECAMATAN COBLONG – KOTA BANDUNG
(September – Desember 2020)

Dr. Ir. Ratna L. Nugroho, MM. – NIP. 01 68 0016 (Ketua)
Dr. Astri Ghina, S.Si., MSM. – NIP. 14 80 0037 (Anggota Dosen-1)
Sisca Eka Fitria, S.T., MM. – NIP. 14 81 0038 (Anggota Dosen-2)

Wujud Tri Darma Perguruan Tinggi di Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom (FEB Tel-U) tengah memasuki fase keseimbangan baru. Dampak pandemi Covid-19 membuat masyarakat akademik, baik Dosen maupun mahasiswa, ditantang untuk segera beradaptasi dengan model Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) baru. Ditambah lagi adanya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat kegiatan PkM makin tak pasti. Wabah Covid-19 memang akan berakhir suatu hari, seperti halnya ebola, zika, dan SARS. Namun, karena wabah atau bencana bukan soal “JIKA”, melainkan “KAPAN”, menjadi penting untuk memikirkan langkah ke depan. Dalam ketidakpastian kapan wabah berakhir, bagaimana Dosen dan mahasiswa di FEB mesti mengarahkan kegiatan PkM? Tampak bahwa Covid-19 memaksa Dosen dan mahasiswa di FEB juga sudah harus mulai berpikir: Apa peluang yang masih terbuka?

Sementara itu, pemeringkatan impact ranking versi Times Higher Education (THE) tahun 2020 adalah dengan mengukur dan melihat peran perguruan tinggi di dunia melalui 17 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Terkait dengan SDGs, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) SDGs Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan. Perpres tersebut juga merupakan komitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak. Di sisi lain, untuk mewujudkan SDGs salah satu upayanya adalah mengoptimalkan Pendidikan yang dilakukan melalui kegiatan literasi yang juga sudah harus fokus pada aspek digital. Konsep literasi digital, sejalan dengan terminologi yang dikembangkan oleh UNESCO pada tahun 2011, yaitu merujuk pada serta tidak bisa dilepaskan dari kegiatan literasi, seperti membaca dan menulis, yang merupakan kecakapan hidup atau life skills.

Oleh karenanya, menjadi penting untuk mengintegrasikan kegiatan PkM yang berkelanjutan dalam wujud dukungan literasi digital untuk turut serta berkontribusi positif dalam kerangka pelaksanaan pencapaian SDGs. Adapun fokus yang menjadi titik berangkat adalah pada SDG 4 “Pendidikan Berkualitas” yakni Memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

Dipilihnya masyarakat sasar RW-05 Kel. Cipaganti, Kec. Coblong, Kota Bandung adalah dalam rangka:

1) Melanjutkan dan mengembangkan yang sudah dirintis sejak tahun 2017;
2) Berupaya secara berkelanjutan untuk mengingatkan tujuan dan meningkatkan kemampuan menuju cita-cita bersama, yakni “MENUJU RW-05 BEBAS SAMPAH” dan “MENUJU KAMPUNG WISATA DAUR ULANG” atau Wisata DarLing;
3) Berupaya terus menerus untuk merespon perubahan yang tidak pernah berhenti dengan beragam inovasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang juga tidak pernah berhenti.

Kegiatan periode-2 tahun 2020 ini disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, sebab Tim PkM FEB tetap kuatir akan penyebaran virus corona, sehingga membatasi pendampingan hanya untuk kegiatan tertentu saja. Untuk itulah, solusi rasional yang terdekat, aman dan berkelanjutan, yakni berupa pendampingan berkesinambungan bagi nasabah Bank Sampah Cihampelas Mandiri dengan protokol kesehatan “SIAGA COVID-19”.

Berikut ini adalah wujud implementasi kegiatan PkM periode-2 di masa pandemi COVID-19:
1) Monitoring kegiatan setor timbang sampah dan setoran tabungan setiap bulan berjalan
2) Monitoring pembuatan karya daur ulang
3) Berkoordinasi terus menerus dengan pihak pemerintah Kota Bandung untuk tetap berkarya nyata di masa pandemi COVID-19

Wujud implementasi kegiatan PkM periode-2 di masa pandemi COVID-19 ini dilakukan dengan cara berkoordinasi terus menerus melalui percakapan dengan platform WhatsApp. Berikut ini adalah dokumentasi tampilan screenshot WhatsApp.

Monitoring kegiatan setor timbang sampah
Sumber: Dokumentasi Tim PkM FEB (September – Desember 2020)

Sebagaimana yang sudah lazim dipahami, menghadapi krisis pandemi dan ancaman COVID-19 memerlukan partisipasi dari semua pihak. Virus corona harus dilihat dalam perspektif komprehensif bahwa virus corona tdak hanya masalah kesehatan tetapi masalah bagi semua bidang kehidupan. Salah satu elemen kunci dalam menghadapi COVID-19 adalah membangun kohesi sosial untuk mampu tetap bertahan dalam krisis ini. Secara sederhana, kohesi sosial merupakan perekat sosial dalam sebuah kelompok atau komunitas masyarakat untuk menghadapi sebuah fenomena. Kohesi sosial adalah seperangkat karakteristik yang membuat suatu kelompok dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. Pada komunitas yang kohesif ini tentunya akan melahirkan aksi kolektif yang kemudian dapat mendorong komunitas dalam menghadapi bencana.

Untuk itulah, Tim PkM FEB berupaya menjaga kohesi sosial agar tetap sehat dan semangat pada masa pandemi COVID-19 ini dengan cara berkolaborasi dengan pihak Tulipware di Cimahi, agar bersedia menerima kunjungan pabrik bagi warga RW-05 Kelurahan Cipaganti. Hal ini dimaksudkan agar warga RW-05 Kelurahan Cipaganti terus menerus disadarkan untuk tetap aktif mengurangi pemakaian plastik, khususnya pada wadah makanan dan minuman. Dengan demikian, harapan yang ingin dibangun adalah warga RW-05 Kelurahan Cipaganti akan mampu:

  • menjawab persoalan sampah rumah tangga yang ada di lingkungan mereka
  • membangun komitmen untuk mewujudkan cita-cita bersama, yakni “MENUJU RW-05 BEBAS SAMPAH” dan “MENUJU KAMPUNG WISATA DAUR ULANG” atau Wisata DarLing

Menjaga kohesi sosial di masa pandemi COVID-19

dengan melakukan kunjungan ke pabrik Tulipware di Cimahi Sumber: Dokumentasi Tim PkM FEB (5 Desember 2020)

Lalu, bagi kami sebagai Tim PkM di FEB Telkom University, yang terus menerus ditantang untuk beradaptasi dan berkolaborasi, maka pertanyaan berikutnya adalah “What needs to be done?”, yang mengandung pengertian bahwa “a list of items which must be completed”. Tentu tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Namun, “DIAM BUKANLAH PILIHAN”.

Untuk itulah, Tim PkM FEB masih akan terus bergerak mendampingi dan membantu. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan PkM berikutnya dapat dilakukan dengan tema yang terintegrasi untuk semua Prodi di lingkungan FEB Tel-U. Sehingga program yang dilakukan dapat saling bersinergi antara satu Prodi dengan Prodi lainnya untuk mewujudkan cita-cita “Wisata DarLing”. Dengan demikian, warga RW-05 Kel.Cipaganti diharapkan dapat menjadi contoh:
• bagi masyarakat di wilayah Kota Bandung
• bagi masyarakat Indonesia
• bagi masyarakat dunia dengan semangat SDGs 2030