Sejarah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau School of Economics and Business (SEB) merupakan satu dari tujuh fakultas yang ada di Universitas Telkom. Saat ini, FEB memiliki sepuluh program studi, yaitu S-1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika – MBTI), S-1 Akuntansi, S-1 Manajemen Bisnis Rekreasi, S-1 Bisnis Digital, S-1 Administrasi Bisnis, S-2 Magister Manajemen, S-2 Manajemen PJJ, S-2 Magister Akuntansi, S-2 Magister Administrasi Bisnis, dan S-3 Manajemen. Program Studi S-1 MBTI,  S-1 Akuntansi dan S-1 Administrasi Bisnis telah membuka kelas internasional dengan bahasa pengantar adalah Bahasa Inggris.

Perjalanan FEB dimulai sejak tahun 1990 Fase Pertama dengan nama MBA-Bandung. Institusi ini merupakan penyelenggara program Master of Business Administration (MBA) pertama di Jawa Barat, mendahului program sejenis yang kemudian diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri di Bandung (berikutnya adalah MBA  ITB, dll.). Pada awal pendiriannya, MBA-Bandung mengadopsi secara utuh, schooling system dari Asian Institute of Management (AIM) Philipines, yang pada saat itu dikenal sebagai “Harvard Business School”-nya Asia.

Fase kedua dimulai pada tahun 1994 ketika MBA-Bandung berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB), dan mengubah program MBA-nya menjadi program S-2 Magister Manajemen (MM) untuk menyesuaikan diri dengan regulasi pemerintah. Selain itu, STMB juga meragamkan varian program MM-nya dengan menyelengarakan tiga varian program MM: MM Reguler, MM Eksekutif, dan MM-Cooperative Development (Co-op). Sejak awal, kualitas program menjadi tujuan utama dari STMB. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya akreditasi A (Unggul) pada kesempatan akreditasi pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah (BAN-PT).

Fase ketiga dimulai pada tahun 1997, yaitu dengan menyelenggarakan program S-1 MBTI. Hal ini seiring dengan adanya tuntutan dari regulasi pemerintah (Dirjen Dikti Depdikbud) agar sekolah tinggi tidak hanya menyelenggarakan program pasca sarjana (S-2) tetapi juga diharuskan menyelenggarakan program sarjana (S-1). Selain itu, adanya keinginan dari Direksi PT. Telkom Indonesia, Tbk. (pada saat itu dijabat oleh Bapak A. A. Nasution) agar STMB semakin berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi nasional. Sejak awal, Program studi S-1 MBTI telah dirancang untuk memiliki kesesuaian dengan kebutuhan industri telekomunikasi dan ICT. Minat masyarakat terhadap program studi ini terus meningkat disertai dengan daya serap industri terhadap alumni STMB yang semakin tinggi. Pada kesempatan akreditasi pertama oleh pemerintah di tahun 2002, program S-1 MBTI STMB memperoleh akreditasi A yang kemudian dipertahankan pada tahun 2007, 2013, dan terakhir pada tahun 2018.

Fase keempat dimulai pada tahun 2004 dengan merubah nama STMB menjadi STMB Telkom (Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan identitas yang lebih kuat pada bidang keilmuan manajemen bisnis telekomunikasi dan ICT. Perubahan nama ini juga diikuti dengan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa baru program S-1 MBTI, dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Selain itu, program pasca sarjana juga menambah varian program dengan program MM Bisnis Telekomunikasi (MM Biztel) sebagai kelanjutan dari S-1 MBTI.

Fase kelima dimulai pada tahun 2008 yang ditandai dengan transformasi STMB Telkom menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom). Selain MBTI, maka terjadi penambahan lima program studi baru lainnya, yaitu: S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Desain Komunikasi Visual, S-1 Akuntansi, S-1 Administrasi Bisnis, dan D-3 Pemasaran. Transformasi ini selanjutnya diikuti dengan pengembangan fasilitas kampus, yang pada awalnya hanya berlokasi di Kompleks Telkom Learning Center Jalan Gegerkalong Hilir, kini ditambah dengan dua kampus baru yaitu: Kampus Jalan Setiabudi, dan Kampus Dayeuh Kolot.

Fase keenam dimulai sejak tahun 2013 sampai dengan saat ini yang ditandai dengan terbentuknya Universitas Telkom yang merupakan hasil penggabungan empat institusi pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Telkom, yaitu: Institut Teknologi Telkom (ITT atau dahulunya STT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IMT), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Disain Indonesia Telkom (STISI Telkom). Pada akhir 2013, setelah masa transisi empat fakultas hasil penggabungan selesai, maka terbentuklah FEB sebagai salah satu dari tujuh Fakutas di Universitas Telkom.

Fase ketujuh diawali dengan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) di tahun 2023 yang telah mewujudkan Telkom University National Campus (TUNC), merupakan program strategis dengan mendirikan Universitas Telkom di berbagai daerah sebagai kontribusi dalam pemerataan kualitas Pendidikan  dan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia. Maka melalui Surat Keputusan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonolgi  (Kemendikbudristek) Republik Indonesia  Nomor 115/E/2023 yang memuat izin penyatuan IT Telkom Jakarta ke Universitas Telkom serta Surat Keputusan Kemendikbudristek Republik Indonesia Nomor 931/E/0/2023, tanggal 07 Desember 2023, perihal Izin Penyatuan Tekonolgi Telkom Surabaya. Berdasarkan hal tersebut pada awal tahun 2024, program Studi Bisnis Digital pada Program Sarjana Institut Teknologi Telkom Surabaya, sebagaimana Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 4257/SK/BAN-PT/PB-PS/S/VII/2022, dengan peringkat akreditasi Baik (5 April 2021 – 5 April 2026) bergabung dengan FEB Universitas Telkom. Pada tahun 2024 dibuka program studi baru S-1 Bisnis Digital (SK Pendirian : Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 564/E/0/2024) dan pada tahun 2025 dibuka program studi S-3 Manajemen (SK Pendirian: Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 822/B/O/2025) yang memiliki akreditasi baik.

Dengan penambahan program studi dimaksud, saat ini FEB memiliki dua Kampus yaitu:

  1. Kampus Utama di Dayeuhkolot Bandung untuk penyelenggaraan program studi S-1 MBTI, S-1 Akuntansi, S-1 Manajemen Bisnis Rekreasi, S-1 Bisnis Digital, S-1 Administrasi Bisnis, S-2 Magister Manajemen PJJ, S-2 Magister Akuntansi dan S-2 Magister Administrasi Bisnis.
  2. Kampus Utara di Gegerkalong Bandung untuk penyelenggaraan program studi S-2 Magister Manajemen dan S-3 Manajemen.

Kualitas prima menjadi standar dari semua proses bisnis Universitas Telkom dan FEB. Standar AIPT dan QS Rangking menjadi acuan dari kualitas seluruh prodi di Universitas Telkom. Pada tahun 2017, Universitas Telkom adalah satu-satunya perguruan swasta yang terakreditasi “A” di wilayah Kopertis IV di Jawa Barat dan Banten. Saat ini, program-program studi di FEB Universitas Telkom telah terakreditasi tingkat nasional oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), antara lain empat program studi dengan predikat “Unggul’, empat program studi dengan predikat “Baik Sekali” dan dua program studi baru dengan predikat “Baik”. Akreditasi internasional Agentur für Qualitätssicherung Durch Akkreditierung von Studiengängen (AQAS) yang berbasis di Jerman, telah diberikan bagi program studi S-1 MBTI dan program studi S-1 Administrasi Bisnis yang diperoleh pada bulan Mei  2018 dengan kategori “Premier University”. Sebelumnya, akreditasi internasional ABEST-21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow) yang berbasiskan di Tokyo Jepang diperoleh Program Studi S-2 Magister Manajemen pada 2 Maret 2016.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam memulai proses pengajuan akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Proses keanggotaan AACSB dimulai pada tahun 2023. Langkah ini kemudian diperkuat melalui pengajuan Eligible Application pada tahun 2024, sebagai tahapan awal untuk memastikan kesiapan institusi dalam mengikuti proses akreditasi internasional secara menyeluruh. Pada tahun 2025, FEB menyusun Initial Self-Evaluation Report (ISER) sebagai bentuk refleksi awal dan evaluasi diri terhadap arah strategis, visi, serta praktik akademik dan kelembagaan yang telah dijalankan. Dokumen ISER ini menggambarkan bagaimana FEB membangun dan mengelola kualitas pada aspek pengajaran dan pembelajaran, penelitian, keterlibatan dengan pemangku kepentingan, serta kontribusi dan dampak sosial. Pada tahap ini, ISER FEB telah direview oleh Mentor yang ditunjuk oleh AACSB dan menjadi dasar perbaikan serta penyelarasan berkelanjutan. Memasuki tahun 2026, FEB akan melanjutkan proses dengan pengajuan ISER kepada AACSB sebagai pijakan resmi untuk masuk ke tahap berikutnya. Selanjutnya, pada periode 2027–2028, FEB akan melakukan penyusunan dan pengajuan Self-Evaluation Report (SER) yang lebih komprehensif, yang menunjukkan kesesuaian kebijakan, implementasi, serta capaian FEB terhadap standar AACSB secara utuh. Proses ini direncanakan mencapai tahap finalisasi Self-Evaluation Report (SER) pada tahun 2030, sebagai bagian dari komitmen FEB untuk meraih akreditasi penuh AACSB dan memastikan keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan dampak institusional.

Selain dari pemberlakuan standar akreditasi untuk semua prodi yang ada, FEB sebagai bagian dari Universitas Telkom juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008 sejak Agustus 2012, yang kemudian diperbaharui dengan sertifikasi ISO 21001:2018 pada tahun 2021. Universitas Telkom telah mencanangkan tahun pertumbuhan sejak tahun 2019, yaitu dengan menerapkan strategi pertumbuhan melalui tiga program utama: Academic  Sustainability; Academic  Excellence;  dan Expansion and Synergy. Dalam kategori penyelenggaraan pendidikan tinggi, sesuai dengan ketetapan universitas, FEB telah merintis sistem pembelajaran ragam ganda (blended learning) sebagai kombinasi dari ragam kelas luring (on-site) dan daring (on-line) serta  sistem pembelajaran full online. Pengembangan kampus pintar (smart campus) dan pengelolaan administrasi akademik serta pendukung akademik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

FEB juga telah lama menjalin kerja sama dengan industri, asosiasi, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan sejenis baik di dalam maupun di luar negeri. Kerja sama dengan industri dan asosiasi diantaranya dengan PT Surveyor Indonesia, PT Angkasa Pura II, Archipelago International, PT Rabbani Hypnofashion dan PT Rabbani Tour, Sariraya Co. Ltd., PT Graha Sarana Duta, PT Griya Yasa Selaras, PT Emurgo, Tokocrypto, NexMU Malaysia, PT Jasa Pesta Wisata, PT Sitama, PT Cindrum, Altama Brothers, Solusi 247, CNA, Sygma Examedia, BIGBOX (Telkom Group), KONTAN Media Ekonomi dan Investasi, Wynettes, Salimah Taiwan, Tech in Asia, CIMBA, Young Entrepreneurs Association (YEA), APMMI, FMI, QIA, serta Yayasan Kesehatan (YAKES) Telkom, Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Bursa Efek Indonesia (BEI), Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter, The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Adapun kerja sama pada sektor pemerintah melibatkan instansi pusat dan daerah yang berperan dalam penguatan kebijakan publik, riset nasional, serta pengabdian kepada masyarakat. Mitra pemerintah tersebut antara lain Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) termasuk unit riset agroindustri, Badan Pangan Nasional, Direktorat Jenderal Pajak Kanwil I Jawa Barat, Balai Besar Kerajinan Batik (Kementerian Perindustrian), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong. Selain itu, kerja sama pemerintah daerah juga dilaksanakan dengan Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung serta Desa Cibodas, Sugihmukti, Mekarmaju, dan Tenjolaya, yang berfokus pada pengembangan desa, pemberdayaan UMKM dan pariwisata, serta implementasi hasil riset dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, kerja sama dengan institusi pendidikan dari luar negeri antara lain dengan Saxion University of Applied Sciences (Belanda), Universiti Tenaga Nasional (Malaysia), Universiti Malaysia Sarawak, Universiti Kebangsaan Malaysia, Kanazawa University (Jepang) melalui School of Tourism Science and Design, Chitkara University (India), Sunway University (Malaysia), Karel de Grote University of Applied Sciences (Belgia), Chengdu Industry and Trade College (Tiongkok), serta International Islamic University Malaysia (IIUM). Sementara itu, mitra pendidikan nasional mencakup berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Pakuan, Universitas Bina Bangsa, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Esa Unggul, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Winaya Mukti, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Galuh, Universitas Pamulang, Universitas Terbuka, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Malang (MMU), STIE Ekuitas, STIE YKPN, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Politeknik Internasional Bali, STIES Banda Aceh, UIN Sumatera Utara, FEIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau, serta institute mitra akademik lainnya.

Secret Link