Perancangan Pertunjukan Seni Budaya Dengan Metode Design Thinking

Pandemi Covid-19 membuat penurunan yang signifikan pada jumlah kunjungan wisatawan, termasuk ke Desa Wisata Lebakmuncang, Kabupaten Bandung. Namun demikian, adanya pandemi memberikan kesempatan sekaligus memaksa pengelola desa wisata dan pemangku kepentingan untuk dapat berkontemplasi dan merencanakan pengelolaan desa wisata yang lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan adanya layanan inovatif yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan. Oleh karena itu, pendekatan yang dapat dipakai salah satunya adalah Design Thinking. Penyempurnaan model bisnis pun menjadi salah satu hal yang krusial yang dapat dilakukan oleh pengelola desa wisata untuk tetap relevan dengan kondisi ekonomi pasca Covid-19. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan kolaborasi dosen dan mahasiswa FEB Telkom University ini berupaya membantu perancangan pengelolaan pertunjukan seni dan budaya di Desa Wisata Lebakmuncang dengan pendekatan Design Thinking sekaligus membangun kompetensi pengelola Desa Wisata dengan mengadakan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini akan diarahkan kedalam bentuk publikasi ilmiah oleh tim dosen yang diketuai Jurry Hatammimi, SE., MM., PhD dengan anggota dosen Arien Arianti Gunawan, B.A., M.S.M., Mphil dan mahasiswa Andini Pujasari, Tassa Putri Avero, dan Riezka Sekartaji Nabiela.
Secret Link