Foto bersama dalam Kegiatan Pelatihan Kelola Utang

Keluarga PAUD Pandanwangi Didorong Kelola Utang Lebih Sehat

Bandung, 28 Desember 2025 – Suasana berbeda terlihat di Aula TK Pandanwangi, Cijawura, Buahbatu pada Selasa (23/12) lalu. Bukan aktivitas belajar anak-anak yang biasa terjadi di ruangan itu, melainkan diskusi serius para orang tua dan guru tentang pengelolaan keuangan keluarga. “Saya baru tersadar, ternyata selama ini bunga pinjaman online saya sudah melebihi pokok utangnya,” ungkap Ibu Siti, salah satu peserta dengan nada prihatin.

Cerita Ibu Siti bukanlah kasus tunggal. Di tengah kemudahan akses kredit dan maraknya pinjaman online, banyak keluarga kota seperti di Bandung menghadapi tekanan utang yang tak terkendali. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2023 menunjukkan, meski inklusi keuangan mencapai 85%, literasi keuangan masyarakat masih rendah di angka 38%. Celah inilah yang sering dimanfaatkan oleh praktik pinjaman tidak sehat.

Merespon kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University menggelar “Seri Pelatihan Keuangan Pribadi: Pengelolaan Utang Keluarga” bagi orang tua dan guru PAUD Pandanwangi.

Kesadaran: Langkah Pertama Menuju Perubahan

Dr. Mahendra Fakhri, S.E., M.A.B., ketua tim pengabdian, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah membangun kesadaran. “Banyak keluarga enggan membuka ‘luka’ keuangan mereka. Padahal, seperti mengobati penyakit, diagnosis yang jujur adalah langkah pertama penyembuhan,” ujarnya.

Pelatihan yang diikuti 20 peserta ini menggunakan pendekatan praktis. Peserta diajak secara langsung memetakan seluruh utang keluarga, mulai dari KPR, kartu kredit, hingga pinjaman online. Hasilnya mengejutkan: rata-rata peserta memiliki 3-5 sumber utang dengan total bunga yang mencapai 30-40% dari pendapatan bulanan.

Foto bersama dalam Kegiatan Pelatihan Kelola Utang
Foto bersama dalam Kegiatan Pelatihan Kelola Utang

Strategi Praktis yang Langsung Dapat Diterapkan

Materi pelatihan dirancang agar mudah dipahami dan langsung diaplikasikan. Dr. Ir. Syarifuddin, M.M., anggota tim, memaparkan dua strategi utama yang diajarkan: “Metode Snowball, yaitu melunasi utang terkecil dulu untuk membangun motivasi, dan Metode Avalanche yang fokus pada utang berbunga tertinggi untuk efisiensi biaya.”

Peserta juga diajarkan membuat anggaran keluarga dengan rumus 50-30-20: 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan pelunasan utang. “Yang penting realistis. Anggaran terlalu ketat justru sulit dipertahankan,” tambah Dr. Mahendra.

Komitmen Kolektif untuk Perubahan Berkelanjutan

Yang menarik dari kegiatan ini adalah terbentuknya komitmen kolektif. Para peserta bersama-sama menandatangani piagam yang berisi tiga janji: tidak menambah utang konsumtif baru, menyisihkan minimal 10% pendapatan untuk dana darurat, dan saling berbagi pengetahuan dengan keluarga lain.

“Kami juga membentuk grup WhatsApp ‘Keluarga Sejahtera PAUD Pandanwangi’ sebagai forum diskusi dan saling mengingatkan,” kata Ibu Ani, salah satu guru peserta. Grup ini sudah aktif digunakan untuk berbagi tips penghematan dan progres pelunasan utang.

Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Kelola Utang
Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Kelola Utang

Dampak Nyata dalam Waktu Singkat

Evaluasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pengetahuan peserta tentang pengelolaan utang meningkat dari skor rata-rata 42,5 menjadi 82,5 dalam satu hari pelatihan. Namun yang lebih penting adalah perubahan perilaku yang mulai terlihat.

“Setelah pelatihan, saya langsung negosiasi dengan bank untuk restrukturisasi kredit. Alhamdulillah, cicilan bulanan bisa turun 20%,” cerita Bapak Rudi, peserta yang bekerja sebagai wiraswasta. Sementara Ibu Dian memutuskan untuk menjual motor kedua yang jarang dipakai sebagai awal pelunasan utang konsumtif.

Pentingnya Peran Lingkungan Pendidikan

Kepala TK PAUD Pandanwangi, Ibu Diah Siti Sundari, mengapresiasi inisiatif ini. “Sebagai pendidik, kami sadar bahwa kesejahteraan finansial orang tua berpengaruh langsung pada perkembangan anak. Stres karena utang bisa terbawa ke pola asuh,” katanya.

Ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa masalah keuangan menjadi penyebab 45% konflik rumah tangga di Indonesia. Lingkungan PAUD dinilai tepat sebagai titik intervensi karena membangun hubungan saling percaya antara sekolah dan orang tua.

Keberlanjutan sebagai Kunci Kesuksesan

Ke depan, tim berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan. “Kami akan pantau perkembangan melalui grup WhatsApp dan rencanakan pertemuan tindak lanjut 3 bulan mendatang,” jelas Dr. Mahendra. Rencananya, akan dibentuk juga kelompok simpan pinjam sederhana antar peserta untuk mengakses modal usaha dengan bunga sehat.

Program ini diharapkan bisa direplikasi di PAUD lainnya. “Pengelolaan utang yang baik bukan sekadar urusan individu, tapi investasi sosial untuk masa depan anak-anak kita,” pungkas Dr. Mahendra menutup wawancara.

Sebagai penutup, kegiatan ini membuktikan bahwa solusi masalah utang keluarga tidak selalu rumit. Dimulai dari kesadaran, dilanjutkan dengan aksi konkret, dan didukung oleh komunitas yang solid, setiap keluarga bisa keluar dari jerat utang menuju kehidupan yang lebih sejahtera. (Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Administrasi Bisnis Telkom University)

_______

#LiterasiKeuangan
#KelolaUtangBijak
#KeuanganKeluarga
#PAUDPandanwangi
#EdukasiKeuangan
#PengabdianMasyarakat
#Abdimas
#KeluargaCerdas
#FEBTelkomUniversity
#FEBHEBRING
#KampusBerdampak

Secret Link