03 Des 2021

Mahasiswa MBTI Raih Emas di GEMASTIK XIV

I Nyoman Prana Jaya Semedi peraih Medali Emas GEMASTIK XIV

Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi ke 14 atau GEMASTIK XIV yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) telah usai 7 Oktober 2021 yang lalu namun hingar bingarnya masih terasa sampai sekarang. Betapa tidak, kompetisi bidang TIK terbesar di Indonesia ini setidaknya diikuti oleh 3.164 tim dari 235 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
GEMASTIK XIV memperlombakan 11 divisi lomba, antara lain Programming, Cyber Security, Data Mining, UX Design, Animation, Smart City, ICT Scientific Paper, Software Development Smart Device, Embedded System IoT, Game Development, dan ICT Business Development.
Hingga tiba pada babak final yang berlangsung tanggal 5-7 Oktober 2021 terpilih sebanyak 230 tim yang lolos dan salah satunya adalah I Nyoman Prana Jaya Semedi bersama Tim Aipet, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tidak hanya lolos ke babak final, Prana juga berhasil menjuarai kategori ICT Business Development (Pengembangan Bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan menyabet medali emas. Capaian ini juga mengantarkan Telkom University sebagai tuan rumah GEMASTIK XIV menjadi Juara Ketiga Nasional.
I Nyoman Prana Jaya mengembangkan bisnis yang berfokus pada pendataan dan pencatatan hewan peliharaan menggunakan teknologi microchip. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan dokter hewan, khususnya di Bali, dalam proses pendataan hewan peliharaan yang berguna sebagai bukti kepemilikan hewan peliharaan, pencatatan riwayat kesehatan hewan, sterilisasi dan vaksinasi khususnya vaksinasi rabies mengingat kasus rabies di Bali masih cukup tinggi. Microchip yang digunakan Prana sendiri adalah microchip khusus hewan peliharaan yang memiliki standar khusus ISO-11748/11785 yang pemasangannya dilakukan dengan cara diinjeksi ke tubuh hewan menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang dapat dipindai dan menampilkan data hewan peliharaan dari basis data di web.
Lebih lanjut menurut Prana, bisnis yang ia kembangkan telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu dengan harapan dapat diterima oleh masyarakat dan lebih luas lagi dapat digunakan oleh organisasi seperti WWF, kebun binatang, yayasan perlindungan hewan bahkan oleh peternakan.