Home » News
Pelatihan Pemasaran dan Pengembangan Produk UMKM pada Komunitas Engkang-Engkang

Pelatihan Pemasaran dan Pengembangan Produk UMKM pada Komunitas Engkang-Engkang

Permasalahan sampah di kota bandung memberikan inspirasi oleh sekelompok masyarakat untuk membentuk komunitas. Komunitas Engkang-engkang lahir sebagai bentuk kepedulian warga Masyarakat terhadap sungai dan lingkungan sekitarnya.  Komunitas Engkang Engkang, didirikan Tgl.15 Juli 2011 di Sekemirung 10 Cigadung, Cibeunying Kaler Kota Bandung, yang diketuai oleh Pak Agus Kristian Hardiana. Komintas ini memiliki anggota terdaftar sekitar 100 org.

Komunitas ini memiliki kegiatan rutin membersihkan bantaran sungai, pengumpulan sampah anorganik melalui Bank sampah, dan menggunakan untuk didaur ulang, pertanian serta peternakan. Daur ulang yang dilakukan pada sampah anorganik yang tidak di tampung pada bank sampah. Produk daur ulang yang dihasilkan seperti tas, kantong belanja dan lain sebagainya, dengan menggunakan sampai bungkus kopi kemasan sachet. Hal tersebut mempersempit ruang pemasaran produk yang hanya berkisar pada pasar kalangan bawah. Masyarakat dalam komunitas ingin meningkatkan pengetahuan mengenai pasar dan produk yang dapat meambah pasar sasaraan mereka, sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka

Salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas pada komunitas engkang engkang adalah adalah dengan melakukan pelatihan yang berhubungan dengan promosi dengan menggunakan media pemasaran modern seperti sosial media dan juga marketplace. Selain itu karena masih kurangnya pengetahuan Masyarakat tentang desain produk yg sesuai dengan  konsumen, diperlukan pelatihan yang dapat membantu Masyarakat untuk dapat memahami metode yang tepat dalam mengembangkan produknya.

Untuk itulah, Tim Dosen dan mahasiswa di bidang ilmu Entrepreneurship terlibat dalam program Pelatihan Pemasaran dan Pengembangan Produk masyarakat pada Komunitas Engkang-Engkang, agar dapat membantu meningkatkan produktivitas Masyarakat  yang tergabung pada komunitas tersebut. Dimana dalam pelaksanaannya dibagi menjadi dua materi utama berupa:

  1. Memberikan pengetahuan mengenai pemasaran online dengan menggunakan media sosial dan marketplace.
  2. Memberikan pengetahuan dalam pengembangan produk

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan yang dilakukan, Masyarakat merasakan manfaat sebagai berikut:

  1. Memiliki pemahaman terhadap pemasaran online.
  2. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selama melakukan pelatihan, masyarakat yang bernaung dalam Komunitas Engkang-Engkang, memiliki antusias yang sangat baik dalam menanggapi materi yang diberikan. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga yang hadir sambil membawa anaknya sampai dengan bapak dan ibu pengurus komunitas. Masyarakat juga aktif bertanya selama kegiatan berjalan, yang menunjukkan keingintahuan yang besar terhadap materi yang diberikan.  Adapun jumlah Masyarakat sasar yang dapat hadir sebanyak 31 orang.

 Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sasar untuk mengetahui sejauh mana progran dan metode yang kami laksanakan dapat diterima oleh masyarakat sasar. Dari 40 kuesioner yang disebarkan, kembali sejumlah 24 kuesioner. Dari kesuluruhan perhitungan kuesioner , dapat dilihat bahwa 60,6 persen dari keseluruhan butir penilaian menjawab setuju, 39,4 persen menjawab sangat setuju dan tidak ada syang menjawab sangat setuju dan sangat tidak setuju. Dapat disimpulkan bahwa total jumlah setuju dan sangat setuju 100 persen berada pada kategori sangat baik. Artinya masyarakat menerima denagn baik pelatihan yang diberikan dan mengharapkan adanya kegiatan seperti ini dimasa yang akan datang.

Rencana kegiatan lebih lanjut, jika memungkinkan dari segi waktu dan kesempatan kami akan menjutkan program ini, dengan terlebih dahlu melakukan beberapa survei dan observasi untuk melihat potensi pengembangan lebih lanjut.

Comments are closed.